Lompat ke konten
Situs bola dan prediksi skor
Beranda » Mengenal Asal Usul “Throw-in” dalam Sepak Bola

Mengenal Asal Usul “Throw-in” dalam Sepak Bola

Sebelum aturan resmi rugby ditetapkan pada tahun 1863, praktik “throw-in” atau melemparkan bola kembali ke lapangan memiliki sejarah yang menarik.

Referensi tertua ditemukan dalam novel “Tom Brown’s School Days” yang menceritakan pengalaman penulis di Rugby School dari tahun 1834 hingga 1842.

Dalam buku tersebut, dijelaskan bahwa bola harus dilemparkan kembali secara lurus ke dalam lapangan setelah keluar dari batas, yang menjadi awal dari istilah “touch” untuk area di luar lapangan.

Aturan serupa juga ditemukan dalam berbagai peraturan olahraga di berbagai tempat, termasuk peraturan-peraturan Cambridge tahun 1856, peraturan Sheffield tahun 1858, serta peraturan-peraturan Melbourne FC dan FA yang asli tahun 1863.

Di sisi lain, beberapa kode aturan menggunakan metode “kick-in” alih-alih “throw-in”, seperti yang digunakan oleh klub-klub seperti Edinburgh, Harrow, Barnes FC, dan Blackheath FC. Di beberapa tempat, aturan mengizinkan tendangan ke segala arah, sementara di tempat lain aturan meminta tendangan tepat tegak lurus dengan garis batas lapangan.

Pada waktu itu, aturan dalam permainan lapangan Eton juga memperkenalkan penggunaan bergantian antara “throw-in” dan “bully” (scrums) pada tahun 1847, tetapi pada tahun 1857, aturan tersebut mulai menggunakan “bully” secara eksklusif. Dengan demikian, evolusi aturan-aturan dalam “throw-in” pada masa itu memberikan gambaran yang menarik tentang perkembangan awal olahraga rugby.

Bagikan bung!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *